Saat seseorang membenci orang lain yang melakukan sesuatu pada diri mereka, orang tersebut akan menganggap bahwa orang lain itu adalah musuhnya. Ketika orang lain membuat kita marah dan benci padanya, kita akan menanggap orang itu adalah musuh. Ketika kita melihat orang lain dan rasa benci kita muncul, kita akan menamai orang itu adalah musuh dalam hidup kita. Kita tidak pernah berpikiran bahwa musuh itu adalah diri kita sendiri. Bahkan, musuh itu selalu ikut kemanapun kita pergi.
Musuh pada diri kita sendiri adalah musuh terbesar yang kapanpun siap membunuh kita. Musuh terbesar itu adalah sifat2 buruk yang senantiasa bersemayam pada diri kita. Salah satu musuh itu bernama malas. Saat rasa malas itu muncul, kita telah menghancurkan sebagian dari usaha pencapaian masa depan yang berhasil. Rasa malas yang timbul dari diri kita secara alami akan memberi dampak buruk pada kehidupan kita.
Musuh lainnya ada yang bernama sombong. Sombong ini termasuk musuh yang terberat untuk dikalahkan. Apabila sombong telah bersemayam lama di diri kita, ini akan menjadi penyakit hati. Saat sombong muncul, bisa saja orang lain benci pada kita. Ini akan membuat orang lain menganggap kita sebagai musuh. Apakah ini belum cukup membuktikan bahwa musuh itu ada pada diri kita sendiri?
Masih ada musuh yang bernama kebohongan. Musuh ini selalu menentang perkataan hati nurani kita yg selalu benar. Yang paling berbahaya adalah seseorang yg tidak lagi menganggap kebohongan itu sebagai musuh. Mereka terlalu sering melakukannya sehingga mereka menganggap kebohongan itu sebagai teman.
Ada banyak hal dalam diri kita yang sebenarnya itu adalah musuh. Kita bisa memilah-milah apakah itu musuh atau bukan. Marilah kita merenungkan bersama-sama bahwa "MUSUH TERBESARKU ADALAH DIRIKU"
yeah... ini hanya oret2an saja... semoga bermanfaat...
BalasHapus